Senin, 01 Juli 2013

latihan soal laporan keuangan

Perusahaan Jasa Merapi pada tanggal 30 juni 2011 memiliki neraca saldo setelah disesuaikan sebagai berikut:

Latihan Soal Laporan Keuangan Diminta:
1. Susunlah laporan rugi laba, laporan perubahan modal, dan neraca!
2. Catatlah jurnal penyesuaian tersebut!

Penyelesaian:
1. Membuat Laporan Rugi Laba, Laporan Perubahan Modal, dan Neraca.
a. Laporan Rugi Laba:

Latihan Soal Laporan Keuangan 1 b. Laporan Perubahan Modal:

Latihan Soal Laporan Keuangan 2 c. Neraca:

Latihan Soal Laporan Keuangan 3 2. Membuat Jurnal Penyesuaian:

Latihan Soal Laporan Keuangan 4 Cobalah mengerjakan sendiri penyelesaian latihan soal laporan keuangan ini, kemudian cocokan hasilnya dengan hasil penyelesaian di atas. Jika hasilnya sama, berarti anda berhasil.

Penyusunan Laaporan Keuangan dari neraca saldo


Salah satu tujuan dari pembuatan neraca lajur adalah untuk mempermudah penyusunan laporan-laporan keuangan. Dengan telah selesainya pengerjaan neraca lajur maka penyusunan laporan-laporan keuangan akan menjadi mudah karena semua informasi yang diperlukan untuk menyusun neraca dan laporan rugi laba (atau laporan laba rugi) sudah tersedia. Laporan rugi laba disusun dengan mengambil data yang tercantum dalam kolom rugi laba, sedangkan neraca disusun dari data yang tercantum dalam kolom neraca pada neraca lajur.

Berdasarkan data neraca lajur pada artikel Proses Penyusunan Neraca Lajur yang telah lalu, maka dapat dibuat laporan-laporan keuangan sebagai berikut:

Penyusunan Laporan Keuangan dari Neraca Lajur 3 Penyusunan Laporan Keuangan dari Neraca Lajur 4 1. Menyusun Laporan Rugi Laba:

Penyusunan Laporan Keuangan dari Neraca Lajur 2. Menyusun Laporan Perubahan Modal:

Penyusunan Laporan Keuangan dari Neraca Lajur 1 3. Menyusun Neraca:

Penyusunan Laporan Keuangan dari Neraca Lajur 2 Dari penyusunan laporan keuangan diatas kita dapat mengetahui FOTO STUDIO JELITA pada periode akuntansi 2010 mendapatkan laba bersih sebesar Rp 182.474,00. Ini merupakan indikasi bahwa kinerja FOTO STUDIO JELITA mengalami peningkatan pada periode tersebut.

Cara Cepat Belajar Akuntansi Dasar

hal apa aja sih yang harus diperhatikan dalam dalam memahami akuntansi??(menurut saya)

1. Memahami Definisi Akuntansi
akuntansi memiliki banyak arti, dan yang paling umum berarti suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya.
2. Menghapal Nama dan Nomor Akun
akuntansi terdiri dari akun-akun yang berbeda. akun dasar adalah (1)Harta, {2}Utang ,(3) Modal, (4)Pendapatan ,  serta (5) Beban
rumus dasarnya, Harta = Utang + Modal
Dan dari akun dasar itu terdapat akun-akun lain. jadi bila kalian ingin memahami nama akun, kalian bisa lihat dari nomor akunnya, akun yang termasuk harta adalah akun dari nomor 100-199, hutang dari nomor 201-299, Modal 301-399, pendapatan dari 401-499 dan beban dari 501-dst. hal itu bisa kalian lihat dari Trial Balance dibawah ini..


bisa kita lihat bahwa cash termasuk harta, karena nomor akun dari cash adalah 101, sedangkan sales yang merupakan pendapatan berada pada nomor 401.
tiap akun memiliki saldo awal yang berbeda..
HARTA = saldo normal di debit. berkurang di credit.
HUTANG = saldo normal di credit . berkurang di debit
MODAL = Saldo normal di credit. berkurang di debit
PENDAPATAN = Saldo normal di credit, berkurang di debit
BEBAN = Saldo normal di debit, berkurang di credit.
 namun dalam modal terdapat akun Prive, yaitu pengambilan pribadi bagi sang pemilik perusahaan. saldo normalnya seperti beban(bertambah di debit) , namun letaknya di akun modal. mengapa??
karena prive tidak berkaitan dengan pengeluaran perusahaan, namun pemakaian pribadi sehingga letaknya di modal.(lihat trial balance nomor 302)


3.MEMAHAMI ALUR SIKLUS AKUNTANSI
Gambar siklus akuntansi :
Dimulai dari bukti tansaksi, kita memcatatnya di JURNAL, lalu menggolongkannya di BUKU BESAR, Mengikhtisarkan di JURNAL PENYESUAIAN  dan membuat NERACA SALDO SETELAH DISESUAIKAN,  lalu melaporkannya dalam bentuk LAPORAN KEUANGAN yang dbagi 3 bagian seperti, Laporan rugi laba, laporan perubahan modal dan neraca.


4.MEMAHAMI RUMUS DALAM AKUNTANSI
rumus dasar akuntansi adalah  HARTA = HUTANG + MODAL
RUMUS DALAM AKUNTANSI DAGANG :
Penjualan Bersih = Penjualan – Potongan Penjualan – Retur Penjualan
 Pembelian Bersih = Pembelian + Beban Angkut Pembelian – Potongan Pembelian – Retur Pembelian
 Harga Pokok Penjualan = Pembelian Bersih + Persediaan Awal – Persediaan Akhir
 Laba Kotor = Penjualan Bersih – Harga Pokok Penjualan
 Laba Usaha = Laba Kotor – Beban Usaha
 Laba Bersih = Laba Usaha + Pendapatan Luar Usaha – Beban Luar Usaha
 Laba Bersih setelah Pajak = Laba Bersih – Pajak
RUMUS PENYUSUTAN 
A. Metode Garis Lurus (Straight Line Method)

            Besar penyusutan tiap tahun dapat dihitung dgn rumus:

            Besar Penyusutan = Harga Perolehan-Nilai Sisa

                                                    Umur Ekonomis
       B. Metode Saldo Menurun Ganda (Double Declining Method)

            Langkah2 Perhitungan:

            1. Tentukan Tarif penyusutan

            Tarif = 2 x (100%/UE)

           

            2. Besar Penyusutan = Tarif  x Nilai Buku

            Nilai Buku = Harga Perolehan – Akumulasi Penyusutan

C. Metode Jumlah Angka Tahun (Sum of the years Digits Method)


Langkah-langkah perhitungan:

1. Tentukan jumlah angka tahun (JAT)

            JAT = nx ((n+1)/2)

2. Tentukan besar penyusutan

            Besar Penyusutan = AT  x  (HP-NS)

                                            JAT

AT= Angka tahun / umur ekonomis
JAT = Jumlah angka Tahun
HP = Harga perolehan
NS = Nilai sisa/ residu

D. Metode Unit Produksi (Unit of Production Method)


Tentukan besar penyusutan = produksi nyata x (HP-NS) / kapasitas produksi

neraca lajur (worksheet)

Neraca Lajur atau Kertas Kerja (Worksheet)

Neraca lajur atau kertas kerja (worksheet) adalah daftar kolom yang berisi data yang diperlukan untuk membuat jurnal penyesuaian dan laporan-laporan keuangan. Neraca lajur ini memungkinkan disusunnya laporan-laporan keuangan jangka panjang maupun laporan keuangan interim (bulanan, kwartalan) tanpa perlu membuat jurnal penyesuaian yang formal.

Jumlah kolom dalam neraca lajur dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk usaha jasa dan usaha-usaha dagang biasanya dibuat neraca lajur sepuluh kolom: masing-masing satu pasang kolom debet dan kredit. Kolom (1) untuk neraca saldo, kolom (2) untuk penyesuaian, kolom (3) untuk neraca saldo setelah disesuaikan, kolom (4) untuk rugi laba, dan kolom (5) untuk neraca.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat bentuk neraca lajur sepuluh kolom sebagai berikut:

Neraca Lajur atau Kertas Kerja (Worksheet) Keterangan:
  • Kolom rekening diisi nama-nama rekening yang ada dalam buku besar.
  • Kolom neraca saldo berisi saldo masing-masing rekening dari buku besar, jika bersaldo debet maka diletakkan di kolom debet (D) dan jika bersaldo kredit maka diletakkan di kolom kredit (K). Perlu diperhatikan bahwa jumlah kolom debet dan kredit harus sama.
  • Kolom penyesuaian diisi dengan jumlah penyesuaian yang ada, mungkin di sebelah debet, mungkin juga di sebelah kredit, perlu diperhatikan juga bahwa jumlah debet dan kredit harus sama.
  • Kolom neraca saldo disesuaikan berisi jumlah-jumlah yang berasal dari kolom neraca saldo ditambah atau dikurangi dengan jumlah-jumlah dalam kolom penyesuaian. Perlu diperhatikan juga bahwa jumlah debet dan kredit dalam kolom ini harus sama.
  • Kolom rugi laba diisi dengan jumlah semua rekening nominal yang berasal dari neraca saldo disesuaikan. Selisih antara jumlah debet dan kredit merupakan laba atau rugi untuk periode yang bersangkutan. Apabila jumlah kredit lebih besar daripada jumlah debet, maka selisihnya adalah laba. Sebaliknya apabila jumlah debet lebih besar daripada jumlah kredit, maka selisihnya adalah rugi.
  • Kolom neraca berisi semua jumlah rekening riel yang berasal dari neraca saldo disesuaikan. Selisih jumlah debet dan kredit harus sama dengan selisih dalam kolom rugi laba. Apabila kolom rugi laba jumlah kreditnya lebih besar dari kolom debet maka dalam kolom neraca jumlah kolom debet akan lebih besar daripada jumlah kolom kredit. Sebaliknya, apabila kolom rugi laba jumlah debetnya lebih besar dari kolom kredit maka dalam kolom neraca jumlah kolom kredit akan lebih besar daripada jumlah kolom debet.
Untuk perusahaan manufaktur, neraca lajurnya sedikit berbeda karena adanya kolom biaya produksi yang dipakai untuk menunjukkan semua jumlah yang diperlukan untuk menyusun laporan harga pokok produksi. Salah satu bentuk neraca lajur untuk perusahaan manufaktur adalah sebagai berikut:

Neraca Lajur atau Kertas Kerja (Worksheet) 1 Kolom biaya produksi diisi dengan jumlah rekening-rekening yang berhubungan dengan produksi, selisih antara kolom debet dan kredit merupakan harga pokok produksi untuk periode tersebut dan dipindahkan ke kolom rugi laba.

Penyesuaian-penyesuaian dalam kolom penyesuaian yang mendebet atau mengkredit rekening harga pokok penjualan (yaitu untuk mencatat persediaan akhir barang jadi dan menutup persediaan awal barang jadi) akan ditunjukkan dalam kolom rugi laba baik debet maupun kreditnya (tidak hanya selisih jumlah debet dan kredit). Hal ini dilakukan agar kolom rugi laba dapat menunjukkan semua data yang diperlukan untuk menyusun laporan harga pokok penjualan.

Setelah neraca lajur selesai dibuat, maka dapat dibuat laporan-laporan keuangan yang datanya diambilkan dari kolom rugi laba untuk menyusun laporan rugi laba dan dari kolom neraca untuk menyusun laporan neraca. Demikian, semoga dapat dipahami.

jurnal umum

JURNAL UMUM

LATIHAN
Siklus Akuntansi Jasa
JURNAL UMUM


A. JURNAL (Journal) adalah catatan akuntansi permanen yang pertama (book of original entry), yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan secara kronologis dengan menyebutkan akun yang di Debet maupun yang di Kredit.
Fungsi jurnal meliputi :
1. Fungsi historis, yaitu jurnal merupakan kegiatan mencatat semua transaksi keuangan secara kronologis atau berurutan sesuai dengan tanggal terjadinya.
2. Fungsi mencatat, yaitu jurnal merupakan pencatatan yang lengkap terperinci, artinya semua transaksi dengan sumbernya harus dicatat tanpa ada yang ketinggalan.
3. Fungsi analisis, yaitu jurnal menganalisis transaksi untuk menentukan akun yang harus di Debet maaupun yang di Kredit.
4. Fungsi instruktif, yaitu jurnal merupakan perintah memposting dalam buku besar baik yang di Debet maupun yang di Kredit sesuai hasil analisis dalam jurnal.
5. Fungsi informatif, yaitu jurnal memberikan keterangan kegiatan perusahaan secara jelas.
Secara umum jurnal terdiri dari jurnal umum dan jurnal khusus. Pada semester ini kita akan membahas jurnal umum saja. Bentuk jurnal umum adalah :
Jurnal Umum
Halaman : (1)
Tanggal No Bukti Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
(2) (3) (4) (5) (6) (7)
Keterangan :
(1) Diisi dengan nomor halaman jurnal secara berurutan.
(2) Diisi dengan tanggal terjadinya transaksi secara berurutan dengan kronologis terjadinya transaksi.
(3) Diisi nomor surat bukti transaksi.
(4) Diisi dengan nama akun yang di debet ditulis terlebih dahulu, baris bawahnya ditulis akun yang di kredit dan ditulis menjorok ke sebelah kanan. Selanjutnya baris bawahnya ditulis penjelasan ringkas transaksi yang bersangkutan.
(5) Diisi nomor kode akun, tetapi ingat nomor kode akun ini diisi hanya jika akan diposting ke buku besar.
(6) Dan (7) diisi dengan jumlah rupiah dari akun yang di debet maupun yang di kredit.
Sebelum bukti transaksi keuangan dicatat dalam jurnal, terlebih dahulu dilakukan analisis untuk menentukan pengaruhnya terhadap akun-akun di perusahaan. Pola pencatatan transaksi dalam jurnal diatur dalam sebuah mekanisme Debet dan Kredit. Pengertian Debet dalam Akuntansi menunjukan sisi sebelah kiri dan Kredit menunjukan sebelah kanan. Mekanisme Debet dan Kredit terlihat dalam tabel sebagai berikut :
Mekanisme Debet dan Kredit


No Jenis Akun Keterangan
Bertambah Berkurang
1 HARTA DEBET KREDIT Harta jika bertambah dicatat di Debet Harta jika berkurang dicatat di Kredit
2 UTANG KREDIT DEBET Utang jika bertambah dicatat di Kredit Utang jika berkurang dicatat di Debet
3 MODAL KREDIT DEBET Modal jika bertambah dicatat di Kredit Modal jika berkurang dicatat di Debet
4 PENDAPATAN KREDIT DEBET Pendapatan jika bertambah dicatat di Kredit Pendapatan jika berkurang dicatat di Debet
5 BEBAN DEBET KREDIT Beban jika bertambah dicatat di Debet Beban jika berkurang dicatat di Kredit
Berikut ini contoh pencatatan dalam jurnal umum untuk transaksi yang terjadi selama bulan Mei tahun 2006 di perusahaan ALI TAILOR
Transaksi 1 : 1 MEI
Tn. Ali menyetor uang pribadi ke dalam perusahaan “ALI TAILOR” sebagai modal awal usaha jahit sebesar Rp 4.000.000,-

Analisis transaksi :
􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Kas bertambah Rp 4.000.000,- (Debet)
􀂃 Modal Tn. Ali Bertambah Rp 4.000.000,- (Kredit)
Jurnal :
Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
Mei 1 KasModal Tn. Ali (Setoran modal awal Tn. Ali) Rp4.000.000- -Rp4.000.000






Transaksi 2 : 2 MEI
Disewa sebuah ruko untuk usaha jahit dengan membayar Rp 1.200.000,- untuk 6 bulan.

Disewa sebuah ruko untuk usaha jahit dengan membayar Rp 1.200.000,- untuk 6 bulan.
Analisis transaksi :
􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Sewa Dibayar Dimuka bertambah Rp 1.200.000,- (Debet)
􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Kas berkurang Rp 1.200.000,- (Kredit)
Jurnal :
Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
Mei 2 Sewa Dibayar DimukaKas (Pembayaran sewa ruko) Rp 1.200.000- -Rp 1.200.000






Transaksi 3 : 4 MEI
Dibeli tunai perlengkapan jahit dari Toko Jaya dengan harga Rp 800.000,-


Analisis transaksi :
􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Perlengkapan Jahit bertambah Rp 800.000,- (Debet)
􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Kas berkurang Rp 800.000,- (Kredit)
Jurnal :
Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
Mei 4 Perlengkapan JahitKas (Pembelian tunai perlengkapan dari Toko Jaya) Rp 800.000- -Rp 800.000






Transaksi 4 : 10 MEI
Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
Mei 10 KasPerlengkapan Jahit (Pembelian tunai perlengkapan dari Toko Jaya) Rp 300.000- -Rp 300.000
Telah diselesaikan jahitan pakaian langganan seharga Rp 300.000 dan langsung diterima pembayarannya.Analisis transaksi : 􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Kas bertambah Rp 300.000,- (Debet)
􀂃 Pendapatan perusahaan bertambah Rp 300.000,- (Kredit)


Telah diselesaikan jahitan pakaian langganan seharga Rp 300.000 dan langsung diterima pembayarannya.










Transaksi 5 :
Mei
12
Dibeli peralatan jahit dari Toko Sekawan seharga Rp 1.500.000,- baru dibayar Rp500.000,-
Analisis transaksi :
􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Peralatan Jahit bertambah Rp 1.500.000,- (Debet)
􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Kas berkurang Rp 500.000,- (Kredit)
􀂃 Utang perusahaan (ke Toko Sekawan) bertambah Rp 1.000.000,- (Kredit)
Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
Mei 12 Peralatan JahitKas Utang Usaha
(pembelian peraltan sebagian tunai ke Toko Sekawan)
Rp 1.500.000- - -Rp 500.000 Rp 1.000.000






Transaksi 6: MEI 18
Telah diselesaikan jahitan pakaian Tn. Ahmad seharga Rp 1.700.000 sudah dikirimkan tagihannya.
Analisis transaksi :
􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Piutang Usaha bertambah Rp 1.700.000,- (Debet)
􀂃 Pendapatan perusahaan bertambah Rp 1.700.000,- (Kredit)
Jurnal :
Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
Mei 18 Piutang UsahaPendapatan jahit (Pendapatan jahit dalam tagihan ke Tn. Ahmad) Rp 1.700.000- -Rp 1.700.000






TRANSAKSI 7: MEI 12
Dibayar ke Toko Sekawan Rp 800.000,- atas pembelian peralatan jahit tanggal 12 Mei.
Analisis transaksi :
􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Kas berkurang Rp 800.000,- (Kredit)
􀂃 Utang perusahaan (ke Toko Sekawan) berkurang Rp 800.000,- (Debet)
Jurnal :
Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
Mei 19 Utang UsahaKas (Pembayaran Utang ke Toko Sekawan) Rp 800.000- -Rp 800.000






TRANSAKSI 8:MEI 20
Dibayar gaji pegawai untuk 2 minggu kerja Rp 200.000,-
Analisis transaksi :
􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Kas berkurang Rp 200.000,- (Kredit)
􀂃 Beban Gaji bertambah Rp 200.000,- (Debet)
Jurnal :
Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
Mei 20 Beban GajiKas (Pembayaran gaji pegawai) Rp 200.000- -Rp 200.000






TRANSAKSI 9: MEI 21
Diterima pinjaman dari BPD JABAR Rp 2.000.000,- dikenakan biaya administrasi Rp250.000.
Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
Mei 21 KasBeban Administrasi Utang Bank
(Penerimaan pinjaman dari Bank dipotong bunga)
Rp 1.750.000Rp 250.000 - – Rp 2.000.000






TRANSAKSI 10:MEI 22
Tn. Ali mengambil uang perusahaan untuk keperluan pribadi Rp 400.000,-
Analisis transaksi :
􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Kas berkurang Rp 400.000,- (Kredit)
􀂃 Pengambilan pemilik (Prive) bertambah Rp 400.000,- (Debet)
Jurnal :
Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
Mei 22 PriveKas (Prive Tn. Ali) Rp 400.000- -Rp 400.000






TRANSAKSI 11: MEI 23
Diterima pembayaran dari Tn. Ahmad Rp 1.400.000,- atas penyelesaian jahitan tanggal 18 Mei.
Analisis transaksi :
􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Kas bertambah Rp 1.400.000,- (Debet)
􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Piutang (ke Tn. Ahmad) berkurang Rp 1.400.000,- (Kredit)
Jurnal :
Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
Mei 25 KasPiutang Usaha (Penerimaan pembayaran tagihan jahitan Tn Ahmad) Rp1.400.000- -Rp1.400.000






TRANSAKSI 12 :MEI 30
Dibeli secara kredit perlengkapan jahit dari Toko Jaya dengan harga Rp 200.000,-
Analisis transaksi :
􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Perlengkapan bertambah Rp 200.000,- (Debet)
􀂃 Utang perusahaan (ke Toko Jaya) bertambah Rp 200.000,- (Kredit)
Jurnal :
Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
Mei 30 Perlengkapan JahitUtang Usaha (Pembelian perlengkapan secara kredit ke Toko Jaya) Rp 200.000- -Rp 200.000







TRANSAKSI 13: MEI 31
Dibayar cicilan ke BPD JABAR Rp 230.000,- termasuk bunga pinjaman Rp 30.000,-
Analisis transaksi :
􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Kas berkurang Rp 230.000,- (Kredit)
􀂃 Beban Bunga bertambah Rp 30.000,- (Debet)
􀂃 Utang perusahaan ke Bank berkurang Rp 200.000,- (Debet)
Jurnal :
Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
Mei 31 Utang BankBeban Bunga Kas
(Pembayaran cicilan ke BPD ditambah bunganya)
Rp 200.000Rp 30.000 - – Rp 230.000






MAKA JURNAL SECARA UTUH TANGGAL 31 DESEMBER:
“ALI TAILOR”
JURNAL UMUM
Bulan Mei 2006
Halaman : 01
Tanggal Nama Akun Ref Debet Kredit
Mei 1 KasModal Tn. Ali (Setoran modal awal Tn. Ali) Rp 4.000.000- -Rp4.000.000
2 Sewa Dibayar DimukaKas (Pembayaran sewa ruko) Rp 1.200.000- -Rp 1.200.000
4 Perlengkapan JahitKas (Pembelian tunai perlengkapan dari Toko Jaya) Rp 800.000- -Rp 800.000
10 KasPendapatan jahit (Pendapatan jahit tunai) Rp 300.000- -Rp 300.000
12 Peralatan JahitKas Utang Usaha
(Pembelian peralatan sebagian tunai ke Toko Sekawan)
Rp 1.500.000- - -Rp 500.000 Rp 1.000.000
18 Piutang UsahaPendapatan jahit (Pendapatan jahit dalam tagihan ke Tn. Ahmad) Rp 1.700.000- -Rp 1.700.000
19 Utang UsahaKas (Pembayaran Utang ke Toko Sekawan) Rp 800.000- -Rp 800.000
20 Beban GajiKas (Pembayaran gaji pegawai) Rp 200.000- -Rp 200.000
21 KasBeban Administrasi Utang Bank
(Penerimaan pinjaman dari Bank dipotong bunga)
Rp 1.750.000Rp 250.000 - – Rp 2.000.000
22 PriveKas (Prive Tn. Ali) Rp 400.000- -Rp 400.000
25 KasPiutang Usaha (Penerimaan pembayaran tagihan jahitan Tn Ahmad) Rp 1.400.000- -Rp 1.400.000
30 Perlengkapan JahitUtang Usaha (Pembelian perlengkapan secara kredit ke Toko Jaya) Rp 200.000- -Rp 200.000
31 Utang BankBeban Bunga Kas
(Pembayaran cicilan ke BPD ditambah bunganya)
Rp 200.000Rp 30.000 - – Rp 230.000

jurnal penutup dan pembalik

Jurnal Penutup dan Jurnal Pembalik (Dasar-Dasar Akuntansi)


A. PENGERTIAN
Jurnal Penutup adalah ayat jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk menutup rekening-rekening nominal/sementara.
Akibat penutupan ini maka rekening–rekening ini pada awal periode akuntansi saldonya nol.
B. JURNAL PENUTUP
Terdapat 4 (empat) jurnal penutup yang harus dibuat yaitu:
  1. Menutup rekening Pendapatan
Rekening
Debet
Kredit
Pendapatan
Ikhtisar Rugi/Laba
xxx

xxx

  1. Menutup rekening Beban
Rekening
Debet
Kredit
Ikhtisar Rugi/Laba
Beban
xxx

xxx

  1. Menutup rekening Ikhtisar Rugi/Laba
Rekening
Debet
Kredit
Ikhtisar Rugi/Laba
Modal
xxx

xxx

  1. Menutup rekening Prive
Rekening
Debet
Kredit
Modal
Prive
xxx

xxx

C. CONTOH
Berikut adalah data laporan Rugi laba suatu perusahaan:
Pendapatan…………………………………………………….
Beban telepon……………………………………………
Beban asuransi……………………………………………
Beban depresiasi……………………………………………
Beban gaji..……………………………………………………
Rp. 12.900.000,-
Rp. 1.000.000,-
Rp. 250.000,-
Rp. 9.000.000,-
Rp. 2.000.000,-
Jurnal penutup yang harus dibuat pada akhir periode akuntansi adalah sebagai berikut:

JURNAL PENUTUP
Rekening
Debet
Kredit
Menutup Pendapatan:

Pendapatan
Ikhtisar Rugi/Laba


12.900.000



12.900.000

Menutup Beban:

Ikhtisar Rugi/Laba
Beban telepon
Beban asuransi
Beban depresiasi
Beban gaji



12.250.000




1.000.000
250.000
9.000.000
2.000.000
Menutup Ikhtisar Rugi/Laba:

Ikhtisar Rugi/Laba
Modal


650.000



650.000

Latihan 18
Buatlah jurnal penutup berdasarkan data-data sebagai berikut:
Pendapatan ………………………………………………….
Beban telepon ………………………………………………
Beban asuransi………………………………………………
Beban depresiasi………………………………………………
Beban gaji …….………………………………………………
Beban perlengkapan…………………………………………
Prive…..……………………………………………………….
Rp. 20.000.000,-
Rp. 1.500.000,-
Rp. 1.000.000,-
Rp. 10.000.000,-
Rp. 4.000.000,-
Rp. 2.000.000,-
Rp. 5.000.000,-


Jawab:
JURNAL PENUTUP

Rekening
Debet
Kredit














E. REVERSING ENTRIES (JURNAL BALIK)
Jurnal balik adalah jurnal yang dibuat pada awal periode sebagai kebalikan dari sebagian jurnal penyesuaian pada akhir periode sebelumnya. Jurnal ini bersifat opsional namun jika dilakukan memberikan manfaat. Tidak semua ayat jurnal penyesuaian dilakukan reversing entries. Jurnal penyesuian yang dibalik adalah:
  1. Hutang biaya
  2. Piutang Pendapatan
  3. Pendapatan Diterima Dimuka jika digunakan pendekatan pendapatan
  4. Biaya Dibayar Dimuka jika digunakan pendekatan beban (biaya)
Untuk memudahkan pemahaman, berikut ini disajikan ikhtisarnya saja sebagai berikut:

No.
Jenis AJP
Ayat Jurnal Penyesuaian
Jurnal Balik
1.
Hutang Biaya
Biaya Gaji
Hutang Gaji
100

100
Hutang Gaji
Biaya Gaji
100

100
2.
Piutang Bunga
Piutang Bunga
Pendapatan Bunga
150

150
Pendapatan Bunga
Piutang Bunga
150

150
3.
Pendapatan Diterima Dimuka
Pendapatan Tiket
Pendapatan Tiket DD
200

200
Pendapatan Tiket DD
Pendapatan Tiket
200

200
4.
Biaya Dibayar Dimuka
Sewa Dibayar Dimuka
Beban Sewa
900

900
Beban Sewa
Sewa Dibayar Dimuka
900

900

drama bahasa jawa

SAKKAREPMU
Lisa         : iki kuburan po piye to? Kok awake dhewe koyo wonk nyekar?
( Rina lagi moco buku, ora nggatekno omongane Lisa)
Lisa         : Rin… Rina… eh aku duwe komik doraemon ..
Rina       : endi… endi…. Komik doraemon, aku ngampil ndank?
Lisa         : golek’o dhewe ning toko !!!
Rina       : lho tibak’e we mblithuk no ta??
Lisa         : (mikir dhisik). E….. he’e paling.
Ujug-ujug Fela teko.
Rina lan Lisa : e…..dhemit kuntilanak, klambine biru..
Fela        : he? Kuntilanak? Endi? Ya Allah paringono kulo keslametan..
Rina       : lo, awake dhewe omong opo ta?
Zahra, Kenny, lan Naya teko.
Naya      : isuk-isuk nggosip wae.
Fela        : enek kuntilanak.
Zahra     : kuntilanak e lak yo kowe ta?
Fela        : (mikir) e……
Kabeh   : kesuen !!
Kenny   : iki sido ta rapat tahunan??
Naya      : mbahas opo lech??
Zahra     : mbahas tugas-tugas wae ya.?
Rina lan Lisa : sakkarepmu..
Kenny   : tugase bu Nunuk ya?
Rina lan Lisa : sakkarepmu..
Kenny   : ayo ndank lungguh ..
Fela        : yah, kursine kurang siji..
Zahra     : lungguh ning ngisor kan yo gak popo.. hehe
Fela        : tega we Zah karo aku..
Zahra     : jah,. Jah.. ijah ????!!!!
Naya      : wis. Wis. Ayo ndang diawiti rapat e..
Kenny   : tugase soko bu Nunuk nggawe drama kang temane sakkarep e awake dhewe, dadi iki mbahas temane sik ya?
Rina, Lisa lan Fela : sakkarepmu..
Naya      : yo wis, temane kedisiplinan sekolah !!
Rina lan Lisa: sa……
Zahra     : ndang sakkarepmu neh, ndang !!
Fela        : Jah, ojo sadis sadis to..
Kenny   : wis. Wis . tukaran maneh…tukaran maneh. . . temane diurutake usule, siji siji. Ndang laksanakne perintahku..
Naya      : emang kowe sopo ku, ngatur ngatur
Kenny   : aku ora ngatur ngatur kowe, aku mung ngandani kowe ben ora lelet lelet koyok uler keket..
Zahra     : ndek mau ngandani wong, nanging saiki kok malah dipraktekne dewe
Lisa         : wis, saiki ndang teruse. Terus saiki piye Ra pendapatmu?
Zahra     : sakkarepmu lah, aku wis wegah mikir
Fela        : emang mikir opo to?
Kenny   : tak omongi paling we yo ra ngerti
Zahra     : dasar utek lemot, di jak omongan yo ra bakalan nyantol
Lisa         : yo wes aku tak golek imajinasi sek ning jobo (karo mlaku ning jobo)
Zahra     : ke lo, arep golek imajinasi opo? Paling paling yo ra mutu
Rina       : mutu wi opo to? Yo wes aku tak metu dhisik yo..
Rina lan Lisa tabrakan
Lisa         : aduh, mripatmu wi ning ndi to? Nganti ora ngingeti aku ning kene
Rina       : lha gi mripatku
Lisa         : eh konco konco, aku gung nduwe inspirasi !!!
Zahra     : wis tak jedek
Naya      : wis… wis .. aku wae sing nentokne temane. Piye yen temane numpak sepedha bareng.
Kenny   : la we wi lo, entukmu ide koyok ngono kuwi yo soko endi?
Fela        : lha kuwi kan ideku, kok podo ya???
Naya      : ya embuh ya.. Fela… Fela… jelas jelas kuwi mau ideku, ngaku ngaku idemu. Paling kowe arep niru ideku.. iyo to..
Fela        : kuwi mau ideku, opo ata’e kowe sing niru ideku?
Naya      : dasar lemot, jelas jelas sing muni dhisik aku. Iyo to konco konco ..
Rina, Lisa, Zahra, Kenny : he……eh….
Fela        : he’eh kuwi iyo opo ora, muni ae ora jelas ..
Zahra     : tumben lemot e ilang, nyadar pisan, lak awake dhewe iki lagi ora mutu. Ngurusi uwong sing ngomong e ra penting, nganti nggawe kupingku panas
Fela        : kupingmu panas Jah?? Cepet…cepet.. golek kipas selak Jahra panasen
Naya      : lagek bar di omong lemot e ilang, e tiba’e ora ilang malah tambah.. kuwi berarti kowe sing nurun ideku. Ora maleh aku sing nurun idemu. Dasar utek lemot.
Zahra     : uwes..uwes.. ket mau tukaran wae
Rina       : piye nek temane oyok oyok an gawe ide
Lisa         : tumben we pinter..
Rina       : yo iyo.. we opo lagek ngerti nek aku pinter
Naya      : PD men le we…
Kenny   : la saiki wis eruh ta temane opo, dadi rapat tahunan iki dibubarne wae.
Rina, Lisa : yo, sakkarepmu wae..
Fela        : aku melu ya, we arep ning ndi.. ?
Rina       : la kowe arep ning ndi to, Lis..?
Lisa         : ayo ndang mlaku, pikir ngko wae..
Zahra     : aneh…. Ken, ayo ning perpustakaan?
Kenny   : ayo, aku yo arep golek buku pepak basa jawa
Naya      : nteni o…. aku melu ya????
Zahra lan Kenny : ayo. . .
:: selesai ::

drama di atas adalah drama yang penulis buat pada waktu smp kelas 8 alias kelas 2. berjudul Sakkarepmu. drama di atas dibuat secara berkelompok dengan teman teman saya. yaitu : fibria rara, fauziah amanda, fadila, ririn tri, nia. saya posting drama ini untuk menjadi kenangan semasa smp. dan juga semoga bermanfaat untuk para pembaca.